Aku lupa bagaimana kita bertemu.
Aku lupa kapan saat pertama kau menyapaku.
Yang kuingat, akhirnya kau menjadi sahabat istimewaku.
Kau mungkin bertanya mengapa, aku hanya merasa kau seperti hadir untukku…
Rasa itu… tertinggal hingga kini…
Ya Rabbku, mungkin rasaku bukan rasanya…
selama dia menjadikanMU sandarannya,
aku ingin rasa ini tetap ada untuknya… dalam tulus do’a ku…
*untukmu yang selalu aku rindu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar